KELUARGA BESAR PONPES. ITTIHAAD AL-UMAM EGOK MENGUCAPKAN SELAMAT MENGIKUTI UJIAN NASIONAL ( UN ) TANGGAL 14 S/D 16 APRIL 2014 KEPADA SISWA/SISWI MA. ITTIHAAD AL-UMAM EGOK. "SEMOGA MEMPEROLEH KELULUSAN DENGAN NILAI YANG TERBAIK". AMIIIIIN. ADMIN: SABLY EL-ITTIHAD EGOK HP. 081 917 335 600

SILAHKAN KLIK DAFTAR LABEL DI BAWAH INI UNTUK BISA MELIHAT ISI POSTING SELENGKAPNYA TERIMA KASIH

Minggu, 11 November 2012

SABLI.COM: CONTOH LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI MTs. ITTIHAAD AL-UMAM EGOK SUKA MAKMUR GERUNG LOMBOK BARAT SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013

SABLI.COM: CONTOH LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)  DI MTs. ITTIHAAD AL-UMAM  EGOK SUKA MAKMUR GERUNG LOMBOK BARAT  SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013


BAB I
HASIL OBSERVASI

A.      Peserta Didik
MTs. Ittihaad Al-Umam Egok Suka Makmur Gerung Lombok Barat merupakan sekolah yang bisa dikatakan cukup baik karena memilki tempat belajar yang cukup memadai. Semangat peserta didik  MTs. Ittihaad Al-Umam Egok untuk belajar cukup tinggi.
Peserta Didik di MTs. Ittihaad Al-Umam memiliki karakter yang beranekaragam, ada yang penurut sama pendidiknya, ada yang cerewet, suka ngerumpi kalau pendidik sedang menjelaskan pelajaran, ada yang suka berteriak saat belajar di kelas, ada yang malas belajar bahkan ada yang sampai tidak membawa perlengkapan sekolah seperti buku dan bolpoin.
Dalam kegiatan ekstrakulikuler peserta didik MTs. Ittihaad Al-Umam Egok  cukup antusias dan selalu menjunjung tinggi norma agama. Ketika peserta didik melanggar tata tertib, maka pendidik memberikan hukuman yang sewajarnya seperti membersihkan sampah di lingkunyan sekolah, memberikan surat peringatan bagi peserta didik yang jarang masuk dan bolos. Hal tersebut dilakukan pendidik demi berjalannya tata tertib yang ada di sekolah.

Adapun jumlah peserta didik MTs. Ittihaad Al-Umam Egok adalah:
Keadaan
Peserta Didik
Kelas
VII (orang)
Kelas VIII (orang)
Kelas
IX
 (orang)
Jumlah (orang)
Jumlah siswa
58
56
43
157
Jumlah Rombel
2
2
2
6
Jumlah Mengulang
4
3
2
11

B.   Pendidik, Kepala Sekolah, dan Struktur Organisasi
a. Pendidik
Pendidik  bertugas mengelola pembelajaran, bertanggungjawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan tugas belajar mengajar secara efektif dan efesien, guru bertugas untuk menyusun program pembelajaran/pendidikan siswa untuk mencapai target kurikulum yang sudah ditentukan. Adapun data keadaan pendidik MTs. Ittihaad Al-Umam adalah:
No
Status
Pendidikan
Jml
SLTA
D2
D3
S1
S2
1
Guru Tetap Yayasan
1
-
-
8
1
10
2
Guru Tidak Tetap Yayasan
6
1
-
8
-
15
3
Guru PNS
-
-
-
-
1
1
Jumlah
7
1
-
16
2
26
Guru yang sudah disertifikasi
-
-
-
6
1
7

b.  Kepala Sekolah
Kepala sekolah bertugas dan berkewajiban sebagai pendidik, manager, pengelola, administrator, pengayom, pembimbing, penyusun rencana pembelajaran dan program sekolah, membina kesiswaan dan melaksanakan kerjasama/ hubungan dengan masyarakat.
Adapun identitas kepala MTs. Ittihaad Al-Umam Egok adalah:
Nama dan Gelar                       :     Abdul Hapiz, SS, M.Pd
Pendidikan terakhir                 :      S2 (Master Pendidikan)
Jurusan                                     :     Pendidikan Bahasa Indonesia
Jenis Kelamin                          :     Laki-laki                                      
NIP                                         :     19731231200501 1 023
Nomor HP                               :     081 805 785 027

c.  Struktur Organisasi
Stuktur organisasi merupakan sebuah bagan untuk menggambarkan garis koordinasi dan garis komando yang ada pada madrasah tersebut, yaitu dimulai dari komite sekolah, kepala madrasah, wakil kepala madrasah, pendidik, BK, staf tata usaha, hingga sampai kepada peserta didik. Adapun struktur organisasi MTs. Ittihaad Al-Umam sebagaimana terlampir.
C.      Sarana/Perlengkapan
Sarana/perlengkapan MTs. Ittihaad Al-Umam Egok bisa dikatakan sudah cukup memadai. Adapun sarana dan prasarana MTs. Ittihaad Al-Umam Egok adalah:
a.        Keadaan Lokal
No
Jenis Ruangan
Jumlah
Kondisi
Baik
Rusak Ringan
Rusak Berat
1
Ruang belajar
6
5
1
-
2
Ruang kepala sekolah
1
1
-
-
3
Ruang wakasek
-
-
-
-
4
Ruang tata usaha
1
1
-
-
5
Ruang dewan guru
-
-
-
-
6
Ruang perpustakaan
-
-
-
-
7
Ruang mandi/WC
3
2
1
-
8
Ruang ibadah/mushalla
-
-
-
-
9
Ruang gudang
1
-
1
-

b.        Keadaan Meubler
No
Jenis Ruangan
Jumlah
Kondisi
Baik
Rusak Ringan
Rusak Berat
1
Meja Bangku Siswa
78 stel
67
11
-
2
Meja Kursi Guru
6 stel
6
-
-
3
Papan Tulis
6 stel
6
-
-
4
Almari
4 stel
4
-
-
5
Rak Buku
4 stel
3
1
-
6
Papan Absen
5 buah
5
-
-
7
Filling Cabinet
1 buah
1
-
-
8
Kursi Tamu
2 set
2
-
-

c.       Sarana Olahraga
No
Jenis
Jumlah
Kondisi
Baik
Rusak Ringan
Rusak Berat
1
Bola kaki
1 buah
1
-
-
2
Bola voli
1 buah
1
-
-
3
Land Pingpong
1 buah
1
-
-
4
Lapangan badminton
1 buah
1
-
-
5
Shuttlecock
1 lop
1
-
-
6
Bola pingpong
2 kotak
2
-
-

D.      Perpustakaan
Perpustakaan di MTs. Ittihaad Al-Umam sekarang sudah memiliki ruangan khusus yaitu di samping ruang Kantor MTs. Ittihaad Al-Umam Egok.  Koleksi buku mata pelajaran dan umum sudah tersusun rapi di atas lemari. Adapun daftar koleksi buku di perpustakaan MTs. Ittihaad Al-Umam Egok adalah:
No
Buku
Kelas
Jumlah
VII
VIII
IX
1
Qur’an Hadits
11
14
13
38
2
Akidah Akhlaq
17
25
21
63
3
Fikih
11
7
23
41
4
Ski
10
14
21
45
5
Bahasa.Arab
20
15
21
56
6
Ppkn
41
33
35
109
7
B.Indonesia
58
60
51
169
8
Mmtk
93
82
54
229
9
Ipa T.
60
77
55
192
10
Ekonomi
30
27
15
72
11
Geografi
43
40
28
111
12
Sejarah
39
31
26
96
13
B.Inggris
45
78
64
187
14
Penjaskes
1
1
1
3
15
Tikom
5
5
5
15
16
Mulok (Nahu)
-
-
-
-
Jumlah
484
509
433
1426

E.     Kondisi Fisik Sekolah
Selama observasi yang dilakukan pada saat melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) didapatkan bahwa bentuk dan keadaan fisik MTs. Ittihaad Al-Umam Egok yang dibangun dengan permanen dan memilki fasilitas yang cukup memadai. Selanjutnya kondisi fisik MTs. Ittihaad Al-Umam Egok dapat dilihat dalam profile MTs. Ittihaad Al-Umam Egok.

Adapun data profile MTs. Ittihaad Al-Umam Egok adalah:
1.      Nama Madrasah
2.      No. Statistik Madrasah
3.      NPSN
4.      Status Madrasah
5.      Induk KKM
6.      Akreditasi Madrasah
7.      Alamat Lengkap Madrasah



8.      Email
9.      Gmail
10.  Akun Facebook
11.  Website
12.  Graphic Information System (GIS)
a). Latitude
b). Longitude
13.  HP Madrasah
:
:
:
:
:
:
:



:
:
:
:


:
:
:
MTs. Ittihaad Al-Umam
121252010067
50200823
Swasta
MTs. Negeri Model Kuripan
Terakreditasi B
Jl. Raya Suka Makmur
Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung Lobar
Nusa Tenggara Barat
sablielittihady@yahoo.co.id
sabliassasaky@gmail.com
Sably El-Ittihad Egok
http://sablinews.blogspot.com


-8.658759           LS/LT : -8 39 31.53
+116.096689      BT       : 116 5 48.08
081805785027

F.      Masyarakat Sekitar
Lokasi MTs. Ittihaad Al-Umam Egok berada di pinggir jalan raya Egok Suka Makmur. Yaitu dimana setiap harinya selalu dikerumuni oleh pengguna jalan. Sedikit masalah juga yang disebabkan oleh suara bising kendaraan di jalan yaitu membuat proses belajar-mengajar menjadi sedikit terganggu bagi peserta didik yang ruangannya berada dekat dengan jalan raya. Sebaliknya tidak ada keributan antara masyarakat dan pihak sekolah/madrasah. Antara pihak sekolah/madrasah saling mendukung dan bekerjasama dalam menghadapi masalah sosial yang apabila terkait dengan madrasah 

G. MASALAH (URAIAKAN SENDIRI YA)
H.   Kesimpulan dan Saran
a.  Kesimpulan
MTs. Ittihaad Al-Umam Egok bisa dibilang madrasah yang sudah cukup  maju di bidang ilmu pengetahuan. Walapun masih terdapat kekurangan seperti belum adanya ruang laboratorium  dan praktikum komputer secara permanen, namun MTs. Ittihaad Al-Umam mampu menggunakan alternatif lain seperti menggunakan ruang kelas sebagai tempat praktikum peserta didik.  Tapi itu bukan hambatan/halangan untuk berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar, tetapi itu justru merupakan tantangan bagi pendidik untuk lebih maksimal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pembimbing agar lebih baik untuk kedepannya.
b.  Saran
Semangat belajar peserta didik MTs. Ittihaad Al-Umam Egok  cukup tinggi. Oleh karena itu, peran pendidik dan pihak lembaga untuk terus memberikan masukan, saran dan didikan agar peserta didik menyadari pentingnya minat belajar. Kemudian yang masih memiliki minat belajar yang rendah penting untuk diperhatikan terutama pada peraturan madrasah untuk lebih ditegaskan.


BAB II
PENGALAMAN PRAKTIK MENGAJAR

A.  Satuan Pelajaran
 Satuan pelajaran dapat di katakan sebagai program aksi untuk suatu pengajaran  berkenaan  dengan suatu pokok/sub pokok bahasan atau satu topik bahasan yang di proyeksikan oleh seorang calon pendidik yaitu mahasiswa PPL yang akan di laksanakan  di kelas tertentu, guna mencapai tujuan pembelajaran khusus yang di tuju. Satuan pelajaran yang di gunakan yaitu KTSP. Adapun komponen–komponen dari kurikulum KTSP meliputi:
a.       Standar kompetensi
b.      Kompetensi dasar
c.       Indikator
d.      Tujuan pembelajaran
e.       Sumber belajar
f.       Metode pembelajaran

Agar dapat melaksanakan hal tersebut seorang pendidik harus terlebih dahulu menyusun program pengajaran yang di buat dan di laksanakan oleh seorang pendidik adalah sebagai berikut:
a.  Program pengajaran
 Program pengajaran pada  MTs. Ittihaad Al-Umam Egok menggunakan sistem semester sebagaimana yang berlaku di madrasah–madrasah umum lainya. Kegiatan belajar-mengajar merupakan inti dari kegiatan Praktik  Pengalaman Lapangan (PPL). Oleh karena itu, segala sesuatu perlu di buat untuk merumuskan program atau rancangan kegiatan belajar-mengajar. Adapun progam dan rancangan kegiatan dimaksud adalah sebagai berikut:
 1.  Program tahunan
Program tahunan adalah pengajaran suatu mata pelajaran yang di susun oleh masing–masing guru mata pelajaran berdasarkan GBPP  dengan berpedoman pada kalender pendidikan yang telah di tetapkan.
  2.   Program semester
Program semester adalah program pengajaran suatu mata pelajaran dalam jangka waktu satu semester.
  3.   Program harian
Program harian merupakan program pengajaran yang berisi materi–materi yang akan di ajarkan pada hari–hari akan mengajar, yang di susun dalam bentuk silabus pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
4.   Silabus Pembelajaran
Silabus pembelajaran  di susun berdasarkan proses yang telah di susun, untuk melakukan perencanaan pengajaran selama selama melakukan PPL. Beberapa komponen dalam penyusunan silabus  pembelajaran meliputi :
a.         Standar kompetensi
b.        Kompetensi dasar
c.         Materi pokok/pembelajaran
d.        Kegiatan pembelajaran
e.         Indikator
f.         Penilaian (teknik, bentuk instrumen dan contoh instrumen)
g.        Alokasi waktu
h.        Media, alat dan sumber belajar

5.   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RPP di susun berdasarkan silabus pembelajaran yang telah di susun, RPP berisi materi-materi yang di ajarkan pada hari akan mengajar. Dalam RPP ini tercantum SK/KD, indikator, tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, alat dan sumber/bahan pembelajaran dan penilaian hasil belajar serta metode pembelajaran yang akan digunakan. Sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat berjalan dengan lancar. RPP merupakan scenario tentang apa yang akan di ajarkan sesuai dengan waktu mengajar. Analisa materi pelajaran berisi topik dan uraian materi suatu mata pelajaran yang akan di ajarkan pada saat ini lengkap dengan unjuk kerja, dan media program harian ini biasanya di buat dalam bentuk RPP.

B.   Keterampilan Mengajar
       Dalam keterampilan mengajar ini harus mempersiapkan segala sesuatu baik secara fisik maupun mental. Di samping itu juga harus mempersiapkan perangkat pembelajaran dan harus menguasai materi pembelajaran.
a.  Kompetensi dasar
Kompetensi dasar merupakan tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik setelah memperoleh pengalaman belajar selama mengikuti pelajaran. Tujuan ini mencakup aspek pengetahuan, kemampuan, dan sikap atau nilai yang ingin di tanamkan pada peserta didik.
b.  Pembelajaran
Dalam pembelajaran terdapat materi yang akan diajarkan dan bagaimana cara mengajarkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran menggambarkan keluasan serta kedalaman materi yang akan di ajarkan  untuk mencapai tujuan pembelajaran beserta alternatif kegiatan pembelajaran.
c.  Evaluasi pengajaran
Evaluasi pengajaran di maksudkan untuk mengetahui sejauh mana daya serap siswa terhadap materi yang di sampaikan. Maka calon pendidik harus mengadakan evaluasi atau penilaian yang sekaligus sebagai alat untuk mengetahui berhasil tidaknya pengajaran yang di lakukan. Dalam melakukan evaluasi pendidik memberikannya dalam bentuk soal setiap selesai materi yang  diajarkan di dalam kelas.
d.  Diskusi hasil latihan mengajar
Pada waktu latihan mengajar di kelas, kepala sekolah memperhatikan dan menilai calon pendidik ketika mengajar di depan kelas. Setelah selesai mengajar diadakan diskusi kecil dengan tujuan memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan yang dijumpai saat penampilan mengajar calon pendidik di depan kelas.
e.  Perbaikan
Perbaikan yang dimaksud disini adalah hasil diskusi dan konsultasi berupa pengarahan dan saran–saran, baik itu dari kepala sekolah dan dosen pembimbing selama latihan mengajar.
Saran–saran itu antara lain:
1.   Cara pengelolaan kelas
2.   Cara menyampaikan materi
3.   Cara menyampaikan penjelasan dengan baik
4.   Sikap dan penampilan
5.   Penguasaan materi
6.   Cara memotivasi siswa untuk belajar
Dari hasil perbaikan ini hendakya calon pendidik yang diharapkan dapat digunakan sebagai pegangan untuk tampil mengajar agar lebih sempurna.

C.   Tugas Mengajar Tanpa Persiapan Satuan Pembelajaran
Pelaksanaan tugas mengajar tanpa persiapan satuan pembelajaran biasanya terjadi apabila mahasiswa PPL mengisi kelas yang gurunya tidak hadir. Pelaksanaan tugas ini bagi mahasiswa merupakan ajang latihan mengajar tanpa persiapan, sehingga mahasiswa dituntut untuk selalu siap dalam menghadapi peserta didik di kelas. Karena pada umumnya, kelas yang diisi kadang–kadang kelas yang bukan merupakan kelas tugas (kelas yang ditugaskan untuk di ajarkan).  

D.    Masalah-masalah dan Alternatif  Pemecahan
       a. Masalah–masalah yang dihadapi
               Bebarapa masalah yang menjadi penghambat penyelenggaraan proses belajar-mengajar selama melaksanakan  kegiatan PPL di MTs. Ittihaad Al-Umam Egok adalah:
1. Masalah internal
Masalah internal adalah masalah yang berasal dari mahasiswa PPL itu sendiri, yang berupa:
a. Kerterbatasan pengalaman dan pengetahuan mahasiswa dalam menyampaikan materi sehingga dalam menyampaikan materi yang diajarkan sering tidak urut atau sistematis.
b.  Sulit dalam menentukan materi yang akan diajarkan, menyampaikan  konsep–konsep penting yang akan diajarkan dan menentukan bagian–bagian  yang perlu penekanan.

2. Masalah Eksternal
                  Masalah eksternal adalah masalah yang berasal dari luar mahasiswa PPL, yang terdiri dari:
a. Motivasi peserta didik
    Peserta didik sering tidak membawa perlengkapan belajar seperti buku tulis dan polpen. Sehingga bisa menghambat proses belajar-mengajar.
b. Suasana kelas
    Suasana dalam kelas di MTs. Ittihaad AL-Umam Egok, masih ada peserta didik yang kurang antusias belajar dan ada juga yang memang tidak mau masuk belajar, dan sering keluar masuk kelas semaunya  walaupun hal ini tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar, akan tetapi bisa berdampak buruk bagi teman–teman yang lain.

 b.  Upaya Mengatasi Masalah
  Dalam upaya mengatasi masalah perlu adanya kerja keras  dan kerja sama seluruh personil madrasah umunya dan guru bidang studi khusunya, usaha tersebut tidak boleh terlepas dari sikap dan cara kita menghadapi. Dari beberapa masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, maka langkah–langkah yang dapat ditempuh sebagai upaya untuk mengatasinya adalah dengan sama–sama ikut terlibat dalam mengatasi masalah tersebut, khususnya pendidik dan kepala sekolah yang bersangkutan.
Mengenai hambatan yang berasal dari dalam diri (internal) mahasiswa PPL dapat di pecahkan dengan jalan meminta bimbingan dari kepala sekolah untuk mengetahui kekurangan dalam mengajar dan cara mengatasinya.
Mengenai hambatan eksternal, kepala sekolah sekaligus pendidik, dan dosen pembimbing, hendaknya membantu  mahasiswa PPL  dalam meningkatkan program belajar- mengajar.

E.   Kesimpulan dan Saran
a.  Kesimpulan
                  Berhasil tidaknya proses pembelajaran tergantung dari kesiapan pendidik untuk mengajar. Mempersiapakan diri baik itu penguasaan materi, penggunaan media pembelajaran yang tepat dengan materi pelajaran, mental dan semuanya yang terkait dengan keterampilan mengajar guru adalah pendukung keberhasilan pembelajaran.  Tidak kondusifnya proses pembelajaran perlu diperhatikan oleh guru bagaimana pengelolaan kelas, mampu mengakomodir semua siswa dengan tingkat kecerdasan yang berbeda–beda.

B. Saran
            Pendidik tidak hanya mengajar di dalam kelas, namun pendidik juga harus menjadi pembimbing dan menjadi panutan. Karena segala aktivitas pendidik akan direkam dan ditiru oleh peserta didik. Pendidik harus lebih intensif dalam memperhatikan permasalahan peserta didik baik masalah di rumah atau yang terkait dengan keadaan lingkungannya.
BABA III
PENGALAMAN LAYANAN BIMBINGAN

A.    Perencanaan
   Pelayanan bimbingan sangat diperlukan agar potensi yang dimiliki  oleh peserta didik dapat di kembangkan secara optimal. Program bimbingan diarahkan untuk dapat terjadinya keseimbangan  dan keserasian dalam perkembangan intelektual, emosional dan sosial
       Bimbingan tersebut dapat diupayakan dengan melakukan langkah seperti:
a.    Jika ada peserta didik yang tidak hadir dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, maka segera dicari ke rumahnya.
b.    Menghimpun berbagai data dari  pendidik yang mengajar, khususnya berkaitan dengan aktifitas siswa dalam pembelajaran.
c.    Merekap daftar hadir peserta didik.

B.   Pelaksanaan
       Pelaksanaan layanan bimbingan hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan sasaran layanan bimbingan serta karakteristik tujuan perkembangan siswa dalam aspek pribadi sosial, pendidikan serta karir. Disamping itu sebaiknya di perhatikan pula  kebutuhan siswa dari masing–masing tingkat kelas, jangan digunakan secara kaku, tetapi harus ditetapkan secara fleksibel. Isi layanan bimbingan di MTs. Ittihaad Al-Umam Egok adalah sebagai berikut:
a.    Bimbingan Pribadi
1.  Memahami ciri–ciri kecakapan diri sendiri (mengenal kekuatan dan  kelemahanya).
2. Membedakan antara hal–hal yang membantu dan berbahaya bagi kesehatan fisik.
3. Mendisksusikan tanggung jawab siswa di lingkungan keluarga, madrasah dan masyarakat.
4.  Mengetahui bahwa mendengarkan dan berbicara tepat dan sopan dapat membantu menyelesaikan masalah.
b.    Bimbingan Belajar
1. Mengembangkan rencana untuk mengatur waktu belajar.
2. Mengembangkan motivasi yang mendorong agar mampu belajar sebaik mungkin.
3. Mempelajari cara–cara belajar yang efektif dan efesien.
4. Menemukan cara–cara menghadapi ulangan/tes.

c.    Bimbingan karier
1. Mengetahui dan menelaah pekerjaan–pekerjaan  yang sesuai dengan diri sendiri.
2. Memperkirakan adanya perbedaan macam–macam karier masa kini dan masa yang akan datang.
3. Menjelaskan bahwa pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan hidup.
4. Menelaah bermacam–macam cara untuk melihat kemajaun diri.

C.   Evaluasi dan Tindak Lanjut
      Cara manapun yang ditempuh, evaluasi atas usaha pemecahan masalah seyogyanya  tetap dilakukan untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah di berikan terhadap pemecahan  masalah yang telah dihadapi peserta didik.
   Berkenaan dengan evaluasi bimbingan dan konseling telah memberikan kriteria–kriteria keberhasilan layanan bimbingan  dan konseling  yaitu:
a.       Berkembangnya pemahaman baru yang diperoleh peserta didik berkaitan dengan masalah yang dibahas.
b.      Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan.
c.       Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta didik sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut penuntasan masalah yang dialami.


BAB IV
PENGALAMAN KEGIATAN EKSTRA KELAS

A.  Perencanaan
      Kegiatan ekstra kelas yang terdapat di MTs. Ittihaad Al-Umam Egok, yaitu:
a.   Kegiatan Bela Diri (Karate)
b.  Kegiatan Pembinaan Badminton Putra
c.   Kegiatan Sanggar Seni Kaligrafi Arab
d.  Kegiatan Kepramukaan

B.   Pelaksanaan
      Kegiatan ekstra kelas yang terdapat di MTs. Ittihaad Al-Umam Egok dilakukan satu kali seminggu. Adapun waktu pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a.  Kegiatan Bela Diri (Karate)
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at pukul 16.00-18.00 Wita yang  dibimbing oleh SP. Suhaimi.
b. Kegiatan Pembinaan Badminton Putra
Kegiatan ini dilaksanakan pada malam Senin pukul 20.00-23.00 Wita yang  dibimbing oleh Ahmad Kamarudin, SH
c.  Kegiatan Sanggar Seni Kaligrafi Arab
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at pukul 16.00-18.00 Wita yang  dibimbing oleh Sabli
d. Kegiatan Kepramukaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at pukul 16.00-18.00 Wita yang  dibimbing oleh Darmasih.

C.   Masalah-masalah dan Alternatif  Pemecahan
  Menanamkan minat peserta didik terhadap kegiatan ekstra kelas memang harus dilakukan sejak awal, karena minat mereka untuk aktif di kegiatan ekstra kelas masih kurang.
            Masalah kegiatan Bela Diri (Karate) misalnya, karena kurangnya pembimbing yang melatih mereka, sehingga mereka juga malas untuk melakukan kegiatan tersebut.
     Oleh karena kerjasama dan kesadaran untuk membangun kembali citra peserta didik yang inovatif dan kreatif harus dilakukan dari sekarang.  Dengan melibatkan peran pendidik sebagai koordinator, fasilisator serta supervisor dalam melakukan kegiatan–kegiatan tersebut serta menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

D.   Kesimpulan dan Saran
a.  Kesimpulan  
Peserta didik MTs. Ittihaad Al-Umam Egok memiliki banyak potensi dan bakat untuk dikembangkan, perlunya dukungan dan bimbingan dari para pendidik dan pihak madrasah untuk menanamkan kesadaran pada semua peserta didik sehingga bisa menyadari pentingnya mengikuti kegiatan ekstra kelas. Dengan mengikuti kegiatan ekstra kelas peserta didik dapat belajar banyak dari kegiatan berorganisasi. Semangat untuk menggali dan terus mengembangkan bakat dari masing–masing siswa sangat penting dan selanjutnya bagaimana mereka mampu untuk berprestasi memberikan kebanggaan bagi diri sendiri, pendidik dan bagi MTs. Ittihaad Al-Umam Egok.

b.    Saran
Program kegiatan ekstra kelas yang ada di MTs. Ittihaad Al-Umam Egok harus ditingkatkan, sehingga peserta didik sangat mengaggap perlu untuk terlibat dalam keseluruhan dari program tersebut. Agar memahami betapa pentingnya  mengikuti kegiatan tersebut, bukan untuk hari ini tetapi akan sangat bermanfaat untuk hari esok. Dan satu hal yang tak kalah pentingnya, yaitu pelayanan bimbingan konseling harus ditingkatkan.


BAB V
PENGALAMAN LATIHAN ADMINISTRASI SEKOLAH DAN PENANGANAN KELAS

A.     Latihan Administrasi Sekolah
    PPL sebagai percobaan awal latihan mengajar tentunya banyak hal yang harus kami pelajari, terutama mengenai administrasi. Kepala MTs. Ittihaad Al-Umam Egok adalah orang yang sangat kami harapkan untuk memberikan bimbingan dan latihan administrasi yang ada di MTs. Ittihaad Al-Umam Egok. Pengenalan tentang administrasi madrasah tersebut belum sepenuhnya kami dapatkan di perguruan tinggi. Tetapi pelaksanaanya secara nyata bisa kami dapatkan di MTs. Ittihaad Al-Umam Egok. Bagaimana kerja dari kepala madrasah sebagai pimpinan madrasah, kerja wakil kepala madrasah, guru bagian kuri kulum, kesiswaan, tata usaha (TU), guru BP, guru kelas dan guru pengajar. Kemudian dalam proses belajar, bagaimana membuat kalender pendidikan, kapan belajar aktif, program semesteran dilaksanakan seperti apa dan semua yang berkaitan dengan administrasi madrsah sangat penting untuk kami ketahui. Oleh karena itu, bimbingan dari kepala MTs. Ittihaad Al-Umam Egok sangat membantu kami untuk mengenal administrasi madrasah.
      Semua yang termasuk dalam administrsi madrsah yang terlibat di dalamnya memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan madrasah agar proses bejalanya semua kegiatan madarasah berjalan dengan lancar. Karena pengelolaan administrasi madrasah yang baik akan  membawa  kepada keberhasilan madrasah.

B.     Latihan Administrasi Kelas
    Latihan administrasi kelas pada umumnya dilakukan dengan membuat absensi masing–masing kelas, kemudian membuat format penilaian kemajuan hasil belajar siswa. latihan administrasi kelas memberikan kemajuan bagi guru PPL dan berguna sebagai acuan untuk mengenal siswa secara lebih baik.


C.     Latihan Administrasi Kasus
         Penanganan kasus dilakukan secara tidak langsung dengan melihat kegiatan pendidik dalam menangani permasalahan peserta didik, misalnya saja bagaimana jenis hukuman yang diberikan untuk siswa yang tidak mau mengikuti pelajaran dengan baik.  Penanganan masalah ini salah satunya dengan memberikan hukuman  memungut sampah di halaman sekolah sampai bersih.

D.      Masalah-masalah dan Alternatif  Pemecahan
     Masalah yang dihadapi dalam kegiatan latihan administrasi madrasah pada umumnya hanya masalah teknis seperti keterbatasan waktu latihan administrasi. Namun dengan keterbatasan waktu itu mahasiswa PPL lebih intensif dan serius dalam mempelajari segala hal yang di bimbing oleh kepala MTs. Ittihaad Al-Umam Egok

E.      Kesimpulan dan Saran
a.  Kesimpulan
              Banyak hal yang harus di perhatikan menjadi pendidik yang professional, diperlukan keterampilan–keterampilan mengajar, bagaimana menangani kasus atau masalah dalam mengajar perlu waktu untuk diperhatikan. Pengetahuan mengenai dasar–dasar mengajar adalah sebagai pedoman agar dalam pelaksanaan tugas mengajar akan berjalan dengan baik.

b.  Saran
              Kepala MTs. Ittihaad Al-Umam Egok sudah sangat membantu dalam membimbing dan mengarahkan bagaimana menjadi pendidik yang professional. Memberikan masukan bila ada kekurangan dalam proses pembelajaran dan mengenai administrasi kelas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar