KELUARGA BESAR PONPES. ITTIHAAD AL-UMAM EGOK MENGUCAPKAN SELAMAT MENGIKUTI UJIAN NASIONAL ( UN ) TANGGAL 14 S/D 16 APRIL 2014 KEPADA SISWA/SISWI MA. ITTIHAAD AL-UMAM EGOK. "SEMOGA MEMPEROLEH KELULUSAN DENGAN NILAI YANG TERBAIK". AMIIIIIN. ADMIN: SABLY EL-ITTIHAD EGOK HP. 081 917 335 600

SILAHKAN KLIK DAFTAR LABEL DI BAWAH INI UNTUK BISA MELIHAT ISI POSTING SELENGKAPNYA TERIMA KASIH

Jumat, 26 Oktober 2012

SABLI.COM: CONTOH LAPORAN AKHIR KEGIATAN PPL DI SEKOLAH


BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Pada masa sekarang ini peran guru dirasakan sangatlah penting, guru tidak hanya dituntut sebagai tenaga pengajar yang mentransfer ilmunya kepada peserta didik tetapi lebih dari pada itu guru adalah juga sebagai pendidik yang diharapkan dapat mengembangkan potensi dan membentuk kepribadian peserta didik menjadi manusia yang seutuhnya, sebagaimana tercantum dalam pembukaan undang-undang dasar 1945, Tap MPR No. IV/MPR/1973 tentang GBHN yang berbunyi “pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kpribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup”.
Kegiatan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi para mahasiswa SI di sekolah-sekolah merupakan suatu program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa SI sebagai calon guru untuk mengenal ;ebih dekat lapangan yang kelak akan menjadi tugas serta kewajiban dan kemudian akan menerapkan segala ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya yang sudah diolah dan dibentuk melalui berbagai macam mata kuliah ke dalam kelas.
Guru merupakan pihak yang paling sering dituding sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan. Tudingan seperti ini tidak sepenuhnya benar, mengingat masih banyak sekali komponen pendidikan yang berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Namun demikian, guru merupakan komponen yang paling strategis dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, banyak pihak menaruh harapan besar terhadap guru meningkatkan kualitas pendidikan.
Mengingat guru sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan mutu pendidikan maka masih perlu ditingkatkan kemampuannya, mengingat perubahan yang terjadi begitu cepat dan pengetahuan terus berkembang dengan pesat. Untuk mengatasi kondisi seperti itu dibutuhkan guru yang pandai dan profesional yaitu guru yang memiliki kemampuan untuk dapat merencanakan program belajar mengajar, melaksanakan dan memimpin kegiatan belajar mengajar, menilai kemajuan kegiatan belajar mengajar, menafsirkan dan memanfaatkan hasil penilaian kemajuan belajar mengajar dan informasi lainnya bagi penyempurnaan perencanaan kegiatan belajar.
Bertitik tolak dari hal tersebut, Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram dalam hal ini SI memberikan kesempatan untuk dapat menerapkan secara langsung teori-teori pendidikan profesionalisme keguruan yang telah diperoleh selama kegiatan perkuliahan.
  1. PENGERTIAN PPL
praktek Pengalaman Lapanga (PPL) merupakan salah satu program mata kuliah belajar mengajar yang di persyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus untuk menyiapkan calon guru agar memiliki atau menguasai profesi keguruan yang terpadu secara khusus.
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intrakurikuler yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa calon guru yang mencakup latihan mengajar ataupun tugas latihan kependidikan lainnya secara terbimbing, terarah dan terpadu untuk dapat membentuk profesi guru yang dalam pelaksanaaanya bukan hanya sekedar kewajiban untuk mengajar saja akan tetapi diharapkan dapat mengamalkan teori ilmu pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang diperoleh dalam masa perkuliahan.
  1. TUJUAN PPL
1.      Tujuan Umum
Tujuan umum pelaksaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah melatih mahasiswa calon guru yang profesional pada bidangnya agar memiliki kemampuan kinerja dalam situasi nyata dalam kegiatan lainnya.
2.      Tujuan Khusus
Tujuan secara khusus pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan untuk mengetahui antara lain :
a.       Mengenal secara cermat lingkunga fisik, administratif akademik dan sosial psikologis sekolah tempat latihan atau PPL berlangsung.
b.      Mnguasai berbagai keterampilan mengajar.
c.       Menerapkan berbagai kemampuan dan keterampilan profesiaonal keguruan secara utuh terpadu dalam situasi nayat.
d.      Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah.
e.       Menarik kesimpulan nilai edukatif dari pengembangan penghayatan dan pengalaman selama pelatihan melalui refleksi yang sesuai dengan profesi keguruan.
  1. SASARAN PPL
Sasaran dari Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini adalah terbentuknya pribadi calon-calon guru yang memilki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nialai dan sikap administrasi pendidikan yang cakap dan diperlukan oleh guru dan administrasi pendidikan yang cakap dan mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. Tiga kompetensi yang diharapkan dari PPL adalah kompetensi personal sosial dan profesional.
  1. MANFAAT PPL
Bagi mahasiswa, sebagai wadah untuk melatih diri dalam menghadapi situasi nyata dunia pendidikan.
Bagi lembaga dalam hal ini Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram, sebagai alat ukur keberhasilan mahasiswa lulusan program SI.


BAB II
HASIL OBSERVASI
            Kegiatan PPL dilaksanakan pada tanggal 08 februari sampai tanggal 9 mei 2012. Guna menunjang kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan tersebut, maka salah satu tahapan yang dilakukan oleh mahasiswa PPL sebagai kegiatan awal adalah melaksanakan kegiatan observasi lapangan (sekolah). Observasi merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara pengamatan terhadap berbagai sumber situasi dan aspek yang berkaitan dengan sekolah tempat pelaksanaan PPL.

BACA SELENGKAPNYA
KLIK DI SINI
            Observasi setting kelas adalah sejumlah informasi yang terkait dengan tugas-tugas mengajar di kelas dan tugas-tugas lainya yang diperoleh siswa dari sekolah melalui wawancara dengan pihak sekolah dan informasi melalui dokumen tertulis.
            Tujuan dilakukan observasi adalah untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai keadaan sekolah berikut data-data kependidikan yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai calon guru yang dapat memberikan kepercayaan diri mahasiswa dalam melangkah ketahap berikutnya dan sebagai bekal untuk program berikutnya.
            Kegunaan observasi ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi serta mengenal secara mendalam tentang lingkungan SMP Islam Darunnadwah Gerung. Adapun observasi yang berhubungan dengan pengajaran meliputi:
1.      Murid- Murid
SMP Islam Darunnadwah Gerung merupakan salah satu sekolah yang cukup bagus dalam proses pembelajaran. Sudah cukup berhasil dalam mencetak siswa-siswa yang kompeten dalam belajar, emosional dan spiritual. Sekolah ini sudah banyak menghasilkan anak-anak yang berhasil dan sukses dalam hidupnya.
Kami melihat bahwa anak-anak SMP Islam Darunnadwah Gerung cukup pintar dan banyak memiliki keterampilan dan bakat. Tidak hanya keterampilan saja, tetapi dalam sistem belajar sudah cukup bagus, hal ini terlihat dari minat untuk melakukan diskusi didalam kelas.
Sedangkan sikap dan sifat siswa-siswa di SMP Islam Darunnadwah Gerung, kami melihat bahwa banyak siswa yang mempunyai sikap yang sopan. Terutama sekali berkaitan dengan bagaimana perilaku siswanya selama berada di sekolah. Sikap dan perilakunya terhadap guru sudah baik, Selain itu juga kebersihan mereka yang masih kurang diperhatikan. Sampah-sampah kadang dibuang sembarangan padahal dari pihak sekolah sudah sering memperingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Tetapi, kami melihat bahwa sifat, karakter, sikap dan tingkah laku mereka yang terkadang membuat guru-guru jengkel dan marah itu hal yang wajar. Mengingat bahwa mereka dalam pertumbuhan untuk menjadi dewasa. Ego mereka yang cenderung tidak sesuai dan sejalan dengan pikiran sehat mereka merupakan salah satu dari ciri-ciri kepribadian mereka yang sulit untuk diatur dan disalahkan. Tetapi, justru itu harus dipandang sebagai salah satu bagian dari proses mereka untuk menjadi orang yang dianggap dewasa. Ketidakwajaran dari perilaku mereka hanya akibat dari lingkungan yang tidak seimbang dengan kemauan mereka. Terkadang mereka belum siap untuk menerima kondisi lingkungan yang menurut mereka memberatkan dan akan menjadi beban bagi hidupnya. Mereka hanya butuh dukungan lingkungan yang berpihak pada kehidupan mereka, dan tentunya dukungan guru dan orang tua murid sangat diharapkan. Jangan harus menyalahkan mereka ketika keinginan guru dan orang tua tidak sesuai dengan keinginan mereka.
2.      Guru, Kepala Sekolah dan Struktur Organisasi
a.      Guru-Guru
Guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan perstasi belajar siswa, selain itu juga guru merupakan figur dalam dunia pendidikan yang akan di contoh dan di teladani. Oleh karena kedudukan guru untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan sesuai bidang studi masing-masing.
Guru adalah faktor utama yang meyebabkan suatu program pendidikan dapat berlangsung tanpa adanya  kehadiran seorang Guru, proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik, karena tidak akan mungkin siswa dapat belajar sendiri tanpa bimbingan dari seorang Guru. Menyadari akan pentingnya kedudukan seorang Guru bagi keberhasilan proses pembelajaran.
b.      Kepala Sekolah
1)      Sebagai Edukator/ Pendidikan
Sebagai seorang edukator, kepala sekolah dituntut untuk dapat membimbing guru, siswa, karyawan memberi contoh mengajar yang baik.
Kepala sekolah juga mempunyai hak penuh dan bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan pendidikan atau administrasi sekolah. kepala sekolah juga wajib melakukan supervisi terhdap bawahannya untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai.

2)      Sebagai Manajer
Sebagai manajer, fungsi kepala sekolah adalah sebagai berikut:
a)      Merencanakan, menyusun, membimbing dan mengawasi kegiatan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan.
b)      Menginterogasi dan mengkoordinasikan kegiatn administrasi sekolah.
c)      Menjalin hubungan kerjasama dengan orang tua siswa dan lembaga pemerintah swasta.
d)     Melaporkan kegiatan administrasi kepada atasan.
3)      Sebagai Admistrator
Tugas kepala sekolah sebagai administrator antara lain mengelola KBM dan PK, kesiswaan, keuangan, mengelola administasi sarana dan prasarana serta persuratan.
4)      Sebagai Supervisor
Sebagai supervisor, kepala sekolah harus mampu menyusun program supervisi, melaksanakan program supervisi serta mengunakan hasil supervisi sebagai bahan acuan untuk mengeluarkan keputusan.
5)      Sebagai Leader/Pemimpin
Sebagai seorang pemimpin, tugas kepala sekolah adalah mengambil keputusan dan menjaga keberlangsungan komunikasi dengan staf di bawahnya agar dapat tercipta suatu organisasi yang solid guna mencapai hasil pembelajaran yang memuaskan.


6)      Sebagai Innovator
Sebagai innovator, kepala sekolah bertugas untuk mencari/menemukan gagasan baru untuk pembaharuan keadaan sekolah.
7)      Sebagai Motivator
Sebagai motivator, kepala sekolah dituntut untuk mengatur lingkungan kerja dan suasana kerja serta menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman.
c.       Struktur Organisasi
Organisasi sekolah merupakan kumpulan dari dua orang atau lebih untuk melakukan kerjasama dalam mencapai suatu tujuan organisasi sekolah yang dimaksud disini adalah:
a.       Pimpinan sekolah
           Bertanggung jawab secara umum terhadap lembaga SMA Islam Darunnadwah Gerung.
Tugas kepala sekolah antara lain:
a).          Memimpin dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pendidkan dan pengajaran
b).          Mengatur penyelenggaraan urusan tata usaha
c).          Mengatur urusan kepegawaian
d).         Mengatur anggaran pendapatan dan biaya sekolah
e).          Mengatur pengadaan sarana dan prasarana
f).           Membuat laporan tahunan
b.      Wakil Kepala Sekolah
Tugas wakil kepala sekolah antara lain:
a).    Bertanggung jawab dalam kurikulum
b).    Bertaggung  jawab dalam urusan kesiswaan
c).    Bertanggung jawab pada urusan sarana dan prasarana
d).   Bertanggung jawab dalam urusan dengan masyarakat
c.       Tata Usaha
Bertanggung jawab dalam administrasi sekolah, kepegawaian, dan keuangan 
d.      Guru
Guru bertugas dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah sesuai dengan kurikulim yang berlaku
e.       Siswa
Siswa adalah subjek belajar yang mempunyai tugas yakni belajar untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir serta sikap dan kepribadiannya. Siswa memiliki tanggung jawab yakni mentaati tata tertib sekolah yang telah ada sebagai kontrol prilaku siswa.
Berhasil tidaknya anak didik dalam belajar maupun baik tidaknya prilaku siswa tergantung dari bagaimana sekolah berperan dan bertindak kepada mereka. Kami melihat bahwa guru-guru di SMA Islam Darunnadwah Gerung cukup memiliki tanggung jawab yang besar terhadap anak didiknya, terlebih ketika siswa-siswanya ada masalah maka guru-guru cepat merespon dan melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah siswa, baik yang berkaitan dengan belajar maupun masalah pribadi.
Kesadaran akan tanggung jawab sebagai seorang guru yaitu pendidik dan pengajar sangat diperhatikan dan dipegang teguh. Dukungan guru-guru   yang begitu besar dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak didik mereka. Memberikan kesempatan kepada anak didiknya untuk berprestasi diberbagai bidang sekaligus ikut menyediakan wadah untuk mengekspresikan berbagai talenta yang dimiliki siswa-siswanya.
Guru-guru, kepala sekolah dan semua lingkungan sekolah mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswa yang bisa meningkatkan kemampuannya diberbagai bidang baik itu dalam bentuk dukungan materi, saran, masukan, ide dan kesempatan.
Guru, kepala sekolah maupun semua yang berada dilingkungan sekolah saling menjaga hubungan baik. Bekerjasama untuk membangun sekolah dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. begitu juga keramahan yang diberikan kepada mahasiswa PPL. Memberikan bimbingan dan masukan bagaimana mengajar, bersikap, dan berbuat di lingkungan sekolah.selain itu juga kerjasama yang baik yang dibangun bersama mahasiswa PPL dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) MATARAM. Kepemimpinan kepala sekolah yang begitu baik dengan kebijakan-kebijakan yang tidak memberatkan bagi guru-guru maupun siswa-siswa.

B.     Keadaan Sekolah

1.       Keadaan Fisik Sekolah

a.       Identitas Sekolah

Keadaan fisik SMP Islam Darunnadwah Gerung dibangun dengan konstruksi permanen dan berada di tengah-tengah pemukiman penduduk, di mana keadaan fisik Sekolah merupakan keadaan yang sebenarnya SMP Islam Darunnadwah Gerung, dalam hal ini secara umum menyangkut identitas Sekolah yakni:
                        Nama Sekolah : SMP ISLAM DARUNNADWAH GERUNG
                        Alamat                        : Jln. TGH. Ihsan Isma’il Dasan Ketujur
        Desa Mesanggok Kecamatan Gerung Lombo
                          Barat - NTB
                        Status Sekolah            : Terdaftar

b.      Keadaan Fisik Sekolah

SMP Islam Darunnadwah Gerung dibangun di atas area seluas 14.784 m2 dengan perincian sebagai berikut:
Ø Jumlah ruang kelas              : 11 lokal ruang kelas
Ø Ukuran ruang kelas             : 72 m2
Bangunan yang ada antara lain:
a.    Ruang Kepala Sekolah               luasnya 30 m2
b.    Ruang Tata Usaha                                  luasnya 56 m2
c.    Ruang Guru                                           luasnya 100 m2
d.   Ruang Lab. Komputer                           luasnya 56 m2 
e.    Masjid                                                    luasnya 210 m2
f.     Koperasi Siswa                          luasnya 57,75 m2

c.       Batas Wilayan SMP ISLAM DARUNNADWAHGerung

Ø  Sebelah timur              : Persawahan
Ø  Sebelah barat               : Rumah Penduduk
Ø  Sebelah utara               : Persawahan
Ø  Sebelah Selatan                       : Rumah Penduduk

2.      Sarana dan Prasarana di Sekolah

Untuk mendukung kelancaran proses belajar-mengajar, SM       P Islam Darunnadwah Gerung mempunyai fasilitas sebagai berikut:
a.       Ruang Kepala Sekolah
Untuk menunjang aktivitas Kepala Sekolah di SMP Islam Darunnadwah Gerung terdapat ruang bagi Kepala Sekolah untuk melaksanakan tugasnya dengan tenang, aman, dan nyaman.
b.      Ruang Guru dan Kelas
Ruang guru adalah ruang di mana para pendidik diharapkan dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan rasa aman dan nyaman. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat mempersiapkan kegiatan pembelajaran dan kegiatan lain yang menunjang pembelajaran. Dalam ruangan ini dilengkapi peralatan kantor, meja dan kursi untuk guru dan satu unit komputer serta lemari buku.
Ruang kelas merupakan sarana yang paling vital dalam lembaga pendidikan karena di sinilah terjadi proses belajar-mengajar secara rutin dan teratur. Jumlah ruang kelas di SMP Islam Darunnadwah Gerung adalah 11 ruangan dan semua siswa serentak masuk siang.
c.        Laboratorium
Dalam menunjang kelancaran proses belajar-mengajar di SMP Islam Darunnadwah Gerung juga tersedia fasilitas pendukung seperti ruang Laboratorium komputer (luas 24 m2).
Labratorium ditata sedemikian rupa dengan memerhatikan kenyamanan siswa dalam melakukan praktikum.
d.      Ruang Tata Usaha.
Sebagai bagian dari Sekolah, tata usaha mempunyai ruangan khusus sehingga segala tugasnya dalam membantu kelancaran proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan baik dan optimal.
e.       Ruangan Kantin
Kantin Sekolah yang dikelola oleh KOPSIS sekolah.
f.        Kamar Kecil/WC
Terdapat 5 WC siswa yang terbagi menjadi tiga lokasi dan 1 WC untuk para Guru dan kepala Sekolah.

3.      Perangkat Administrasi

a.      Struktur Organisasi Sekolah
Organisasi Sekolah merupakan tempat berkumpulnya orang-orang untuk melakukan kerjasama guna mencapai suatu tujuan tertentu yang terdiri dari komponen-komponen tertentu. Struktur organisasi SMP Islam Darunnadwah Gerung adalah sebagai berikut:
a)             Kepala Sekolah
Kepala Sekolah berfungsi dan bertugas sebagai edukator, manajer, administrator, dan supervisor.
1.    Kepala Sekolah Sebagai Edukator
Kepala Sekolah selaku edukator bertugas melaksanakan proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien (lihat tugas guru).
2.  Kepala Sekolah Sebagai Manajer
     Kepala Sekolah selaku manajer bertugas sebagai berikut:
a)    Menyusun perencanaan
b)   Mengorganisasikan kegiatan
c)    Mengarahkan kegiatan
d)   Mengkoordinasikan kegiatan
e)    Melakukan Pengawasan
f)    Melakukan evaluasi terhadap kegiatan
g)   Menentukan kebijaksanaan
h)   Mengadakan rapat
i)     Mengambil keputusan
j)     Mengatur proses belajar-mengajar
k)   Mengatur administrasi:
Ø    Ketatausahaan
Ø    Siswa
Ø    Sarana dan prasarana
Ø    Ketenangan
Ø    Mengatur OSIS
Ø Mengatur hubungan Sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait
3. Kepala Sekolah Selaku Administrator
Kepala Sekolah sebagai administrator bertugas menyelenggarakan administrasi, diantaranya:
a)    Perencanaan
b)   Pengorganisasian
c)    Pengarahan
d)   Pengawasan
e)    Kurikulum
f)    Kesiswaan
g)   Ketatausahaan
h)   Kantor
i)     Keuangan
j)     Perpustakaan
k)   Laboratorium
l)     Ruang keterampilan
m) Bimbingan konseling
n)   UKS
o)   OSIS
p)   Serbaguna
q)   Media
r)     Gudang
4.  Kepala Sekolah Selaku Supervisor
     Kepala Sekolah selaku supervisor bertugas menyelengarakan supervisor mengenai:
a)    Proses belajar-mengajar
b)   Kegiatan KBK
c)    Kegiatan ekstrakurikuler
d)   Kegiatan ketatausahaan
e)    Kegiatan kerjasama dengan masyarakat
f)    Sarana dan prasarana
g)   Kegiatan OSIS
h)   Kegiatan 7K

b).     Wakil Kepala Sekolah
Tugas Wakamad yaitu membantu secara langsung tugas-tugas kepala Sekolah jika kepala Sekolah tidak ada di tempat serta mengawasi semua kegiatan yang ada di Sekolah secara umum, antara lain sebagai berikut:
a.    Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program
b.    Pengorganisasian
c.    Pengarahan
d.   Ketenangan
e.    Pengkoordinasian
f.       Pengawasan
g.    Penilaian
h.    Identifikasi dan pengumpulan data
i.        Penyusunan laporan

c).     Koordinasi KBM
Tugas koordinasi KBM yaitu mengawasi kegiatan pada sore hari atau melaksanakan tugas-tugas wakil kepala Sekolah pada sore harinya. Di samping itu, Kepala Sekolah dibantu oleh beberapa urusan, sebagai berikut:
1)      Urusan Kurikulum
Tugas-tugas urusan kurikulum, antara lain:
Ø Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan
Ø Menyusun tugas guru dan jadwal pelajaran
Ø Mengatur penyusunan program pengajaran (program MID semester, program semester, program satuan pengajaran, persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulum)
Ø Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler 
Ø Mengatur pelaksanaan program penilaian kriteria kenaikan kelas, kriteria kelulusan dan laporan kemajuan belajar siswa serta pembagian rapor dan STTB/ijazah
Ø Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran
Ø Mengatur perbaikan lingkungan sebagai sumber belajar
Ø Mengatur pengembangan MGM dan koordinator mata pelajaran
Ø Mengatur mutasi siswa
Ø Melaksanakan supervise administrasi dan akademis
Ø Menyusun laporan

2)      Urusan Kesiswaan
Tugas urusan kesiswaan antara lain sebagai berikut:
Ø Mengatur program dan pelaksanaan BK
Ø Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K
Ø Mengatur dan membina program kegiatan OSIS
Ø Mengatur program pesantren kilat
Ø Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan Sekolah
Ø Menyelenggarakan cerdas cermat, olahraga prestasi
Ø Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapatkan beasiswa

d)      Guru.
Guru bertanggung jawab kepada kepala Sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar-mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab guru meliputui:
1.  Membuat perangkat program pembelajaran
Ø AMP
Ø Program tahunan
Ø Program satuan pelajaran
Ø Program rencana pengajaran
Ø Program mingguan guru
Ø LKS
2.  Melaksanakan kegiatan pembelajaran
3.  Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan umum, ujian akhir
4.  Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
5.  Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
6.  Mengisi daftar nilai siswa
7.  Melaksanakan kegiatan membimbing kepada guru lain dalam kegiatan proses belajar-mengajar
8.  Membuat alat pelajaran atau alat peraga
9.  Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni
10.Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
11.Melaksanakan tugas tertentu di Sekolah
12.Mengadakan program pengembangan dan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya
13.Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa
14.Mengatur kebersihan ruangan kelas dan ruangan praktikum
15.Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya
           
e)    Wali Kelas
Wali kelas membantu kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1.Pengelola kelas
2.        Penyelenggaraan administrasi kelas, meliputi:
Ø Dena tempat duduk siswa
Ø Papan absensi siswa
Ø Daftar pelajaran kelas
Ø Buku absensi siswa
Ø Buku kegiatan pembelajaran
Ø Tata tertib kelas
3.        Menyusun statistik bulanan siswa
4.        Pengisian daftar kumpulan nilai siswa
5.        Pembuatan catatan khusus tentang siswa
6.        Pencatatan mutasi siswa
7.        Pengisian buku laporan hasil belajar
8.        Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar siswa

f).      Guru Bimbingan dan Konseling
Guru bumbingan dan konseling membantu kepala Sekolah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan, sebagai berikut:
1.  Menyusun program dan pelaksanaan BK
2.    Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapai oleh siswa tentang kesulitan belajar
3.    Memberikan layanan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar
4.    Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai
5.    Mengadakan penilaian pelaksanaan BK
6.    Menyusun statistik hasil penilaian BK
7.    Mengadakan analisis hasil evaluasi belajar
8.    Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut BK
9.    Menyusun laporan pelaksanaan BK

g).     Laboran
Pengelola laboratorium membantu kepala Sekolah dalam melaksanakan kegiatan sebagai berikut:
1.    Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
2.    Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
3.    Mengatur penyimpanan dan alat-alat laboratorium
4.    Inventarisasi dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium
5.    Menyusun laporan pelaksanaan laboratorium

i)       Kepala Tata Usaha
Kepala tata usaha Sekolah mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan Sekolah dan bertanggung jawab kepada Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1.    Menyusun program kerja tata usaha
2.    Pengelolaan keuangan Sekolah
3.    Pengurusan ketenagaan dan siswa
4.    Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha Sekolah
5.    Menyusun administrasi kelengkapan Sekolah
6.    Menyusun dan menyajikan data-data Sekolah
7.    Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7K
8.    Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan keatausahaan berkala

b.         Tata Tertib Sekolah
Untuk menunjang kelancaran proses belajar-mengajar SMP Islam Darunnadwah Gerung menetapkan tata tertib antara lain:
1.    Tata Tertib Guru
2.    Tata Tertib Karyawan Tata Usaha
3.    Tata Tertib Siswa
Tata tertib tersebut dilakukan agar komponen-komponen yang ada dapat melakukan tugas dan kewajibannya secara efektif dan efisien.

4.      Masyarakat Sekitar
Masyarakat sekitar SMP Islam Darunnadwah Gerung adalah masyarakat yang sadar akan pendidikan hal ini salah satunya ditunjukkan dengan sikap masyarakat yang ikut menjaga ketenangan lingkungan sekitar sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan tenang. Ketenangan tersebut didukung oleh mata pencaharian penduduk yang notaben adalah petani. 

5.      Masalah-Masalah Yang Dihadapi Sekolah
Masalah dari segi siswa adalah masalah yang umum yang sering dihadapi oleh sekolah yaitu kurangnya motivasi siswa untuk belajar, siswa nakal, siswa yang suka berkelahi, membuat keributan, sering membolos bahkan sering tidak masuk sekolah, tidak menghargai guru, suka menggangu teman yang lain, kadang tidak mengerjakan tugas dari guru, sering terlambat dan kadang tidak menjaga kebersihan.
Tentunya sekolah akan bertindak cepat dan bijaksana dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut siswa tersebut. Tetapi, apabila siswa melakukan kesalahan yang akan merusak nama baik sekolah maka dari pihak sekoalah akan memutuskan untuk mengeluarkan anak tersebut dari sekolah.

6.      Kesimpulan Dan Saran-Saran
a)      Kesimpulan
Sekolah SMP Islam Darunnadwah Gerung bisa dibilang sekolah yang cukup maju dibidang ilmu pengetahuan. Karena bisa mencetak siswa-siswa yang berbakat dengan sarana dan prasarana yg kurang memadai, sekalipun tidak sedikit siswa yang masih tidak memiliki kemauan dalam belajar. Akan tetapi itu bukan menjadi hambatan/halangan untuk berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi itu justru merupakan tantangan bagi guru-guru untuk lebih maksiamal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pembimbing agar lebih baik untuk kedepannya.
b)      Saran-Saran
Semangat belajar dari siswa-siswa SMP Islam Darunnadwah Gerung masih kurang oleh karena itu peran guru dan pihak sekolah untuk terus memberikan masukan, saran dan didikan agar siswa-siswa menyadari pentingnya pendidikan.


BAB II
PENGALAMAN PRAKTIK MENGAJAR
A.    Satuan Pembelajaran
Satuan pelajaran dapat dikatakan sebagai program aksi untuk suatu pengajaran berkenan dengan suatu pokok/sub pokok bahasan atau satu topik bahasan yang diproyeksikan oleh seorang calon Guru yaitu Mahasiswa PPL yang akan dilaksanakan di kelas tertentu, Guna mencapai tujuan pembelajaran khusus yang dituju. Didalam program pengajaran tersusun suatu rencana yang akan atau harus, dilaksanakan oleh seorang Guru dalam kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut :
1.      Kurikulum dan Bidang Studi
Garis-garis besar program pengajaran (GBPP) merupakan suatau komponen yang memberikan susunan program dan fungsi serta tujuan setiap mata pelajaran yang terdapat dalam buku landasan, program dan pengembangan.
Kurikulum yang digunakan di SMP Islam Darunnadwah Gerung adalah kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
2.      Program Pengajaran
Program pengajaran pada SMP Islam Darunnadwah Gerung menggunakan sistem semester sebagaimana yang berlaku di sekolah-sekolah umum lainnya
Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan Praktik Program Pengalaman Lapangan (PPL). Oleh karena itu segala sesuatunya perlu dibuat perumusan program atau rancangan kegiatan.

Adapun program dan rancangan kegiatan PPL :
a.       Program Tahunan
Program tahunan adalah pengajaran suatu mata pelajaran yang disusun oleh masing-masing Guru mata pelajaran berdasarkan GBPP dengan berpedoman pada kalender pendidikan yang telah ditetapkan.
b.      Program Semester
Program semester adalah program pengajaran suatu mata pelajaran dalam jangka waktu atau semester. Seperti program tahuan, program semester dan rincian alokasi waktu.
c.       Program Harian
Program harian merupakan program pengajaran yang berisi materi-materi yang akan diajarkan pada hari-hari akan mengajar, yang disusun dalam bentuk silabus pembelajaran dan skenario (Rencana Pembelajaran) berupa:
1.      Silabus Pembelajaran
Silabus pembelajaran disusun berdasarkan proses yang telah disusun, untuk melakukan perencanaan pengajaran selama satu semester atau selama melakukan PPL. Beberapa komponen dalam penyusunan silabus pembelajaran meliputi:
a.       Standar Kompetensi
b.      Kompetensi Dasar
c.       Materi Pokok/Pembelajaran
d.      Kegiatan Pembelajaran
e.       Indikator
f.       Penilaian ( teknik, bentuk instrument dan contoh instrumen)
g.      Alokasi Waktu
h.      Media, Alat dan Sumber Belajar
2.      Skenario Pembelajaran
RPP disusun berdasarkan silabus pembelajaran yang telah disusun, RPP berisi materi-materi yang diajarkan pada hari akan mengajar. Dalam RPP ini tercantum tujuan pembelajaran, materi pokok, strategi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, alat dan sumber/bahan pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. RPP merupakan skenario tentang apa yang akan diajarkan sesuai dengan waktu mengajar. Analisis materi pelajaran berisi topik dan uraian materi suatu mata pelajaran yang akan diajarkan pada saat ini lengkap dengan unjuk kerja, dan media. Program harian ini biasanya dibuat dalam bentuik RPP.
B.     Penampilan Mengajar
Dalam penampilan mengajar ini harus mempersiapkan segala sesuatu baik secara fisik maupun mental. Disamping itu juga harus mempersiapkan perangkat pembelajaran dan menguasai materi pembelajaran.
1.      Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik setelah memperoleh pengalaman belajar selama mengikuti pelajaran. Tujuan ini mencakup aspek pengetahuan, kemampuan, dan sikap atau nilai yang ingin ditanamkan pada peserta didik.
2.      Pembelajaran
Dalam pembelajaran terdapat materi yang akan diajarkan dan bagaimana cara maengajarkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran menggambarkan keluasan serta kedalaman materi yang akan diajarkan untuk mencapai tujuan pembelajaran beserta alternatif kegiatan pembelajaran.
3.      Evaluasi Pengajaran
Evaluasi pengajaran dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana daya serap siswa terhadap materi yang disampaikan. Maka calon Guru harus mengadakan evaluasi atau penilaian yang sekaligus sebagai alat untuk mengetahui berhasil tidaknya pengajaran yang dilakukan. Dalam melakukan evaluasi guru memberikannya dalam bentuk soal setiap selesai materi yang diajarkan di dalam kelas.
4.      Diskusi Hasil Latihan Mengajar
Pada waktu latihan mengajar di kelas, dan dihadiri oleh guru pamong, memperhatikan dan menilai penampilan calon guru ketika mengajar di depan kelas. Setelah selesai mengajar diadakan diskusi kecil dengan tujuan memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan yang dijumpai saat penampilan mengajar calon guru di depan kelas.
5.      Perbaikan
Perbaikan yang dimaksud disini adalah hasil diskusi dan konsultasi barupa petunjuk pengarahan dan saran-saran, baik itu dari guru pamong, dosen pembimbing maupun dari teman-teman praktek selama latihan mengajar.
Saran-saran itu antara lain :
a.       Cara pengelolaan kelas
b.      Cara menyampaikan materi
c.       Cara menyampaikan kata-kata yang digunakan
d.      Sikap dan penampilan
e.       Penguasaan materi
f.       Cara memotivasi siswa untuk belajar
            Dari hasil perbaikan ini hendaknya calon guru yang diharapkan dapat digunakan sebagai pegangan untuk tampil mengajar agar lebih sempurna. Prinsip-prinsip pembelajaran yang harus diperhatikan guru dalam mengajar Sejarah pada khususnya ialah sebagai berikut :
a.       Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran Sejarah yang harus diperhatikan adalah pendekatan keterampilan proses, pendekatan latihan dan pendekatan konsep. Sebagai contoh di SMP lebih ditekankan pada keterampilan proses, dimana siswa dilibatkan secara langsung dan keseluruhan, baik fisik maupun mental dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru Sejarah di dalam kelas.
b.      Media dan Sumber Pembelajaran
Untuk mempermudah siswa dalam penerimaan pembelajaran yang diberikan oleh guru, diperlukan suatu media untuk membantu siswa agar lebih memahami materi yang disampaikan. Adapun sumber bahan pengajaran bidang studi lebih berpatokan pada buku paket
c.       Pengelolaan Kelas
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi berhasil tidaknya seorang guru Sejarah dalam mencapai tujuan pembelajaran adalah kemampuan guru tersebut dalam mengelola kelas. Pengelolaan kelas didefinisikan sebagai suatu cara mempersiapkan siswa dalam kondisi yang baik sehingga tercapai lingkungan belajar yang efektif, hal ini ditunjang juga oleh keadaan ruang kelas. 
d.      Menggunakan Teknik Bertanya
Ada dua hal penting yang sangat mempengaruhi partisifasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran yaitu cara guru mengajukan dan menanggapi pertanyaan peserta didik.
1)      Cara mengajukan pertanyaan
a)Pertanyaan diajukan keseluruh kelas atau menunjuk seseorang
b)            Menyebarkan pertanyaan secara merata
c)Memberikan penghargaan/reward kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan.
2)      Cara Menanggapi Pertanyaan
                     Ada tiga kemungkinan dari peserta didik yang harus ditanggapi dengan cara berbeda, yaitu jawaban yang salah, benar dan gabungan dari keduanya. Jika jawaban siswa benar, maka guru dianjurkan untuk memberikan pujian (penguatan). Misalnya dengan kata-kata “jawabanmu tepat sekali” atau dengan mengancungkan jempol. Sedangkan jawaban yang sebagian benar dan sebagian salah, maka guru dianjurkan untuk membenarkan dan memberikan pujian untuk jawaban yang sebagian benar misalnya “saya setuju dengan jawabanmu tapi masih harus kita sempurnakan”.
e.       Evaluasi Pengajaran
                        Evaluasi pengajaran dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana daya serap siswa serhadap materi yang telah disampaikan. Guru harus mengadakan evaluasi/penilaian yang sekaligus sebagai alat untuk mengetahui berhasil tidaknya pengajaran yang dilakukan. dalam pelaksanaan evaluasi, guru memberikan dalam bentuk tulisan/soal setelah selesai materi dalam kelas.
C.    Tugas Mengajar Tanpa Persiapan Satuan Pelajaran
Pelaksanaan tugas mengajar tanpa persiapan satuan pembelajaran biasanya terjadi apabila mahasiswa PPL mengisi kelas yang gurunya tidak hadir, atau menggantikan mahasiswa PPL yang lain yang tidak dapat hadir saat itu. Pelaksanaan tugas ini bagi mahasiswa merupakan ajang latihan mengajar tanpa persiapan, sehingga mahasiswa dituntut untuk selalu siap dalam menghadapi keadaan kondisi siswa di kelas. Karena pada umumnya, kelas yang diisi kadang-kadang kelas yang bukan merupakan kelas tugas ( kelas yang ditugaskan untuk diajarkan).



D.    Masalah-Masalah dan Alternatif Pemecahannya
1.      Masalah-Masalah Yang Dihadapi
Beberapa masalah yang menjadi penghambat penyelenggaraan proses belajar mengajar selama melaksanakan kegiatan PPL di SMP Islam Darunnadwah Gerung:
a.       Masalah Internal
Masalah internal adalah masalah yang berasal dari mahasiswa PPL itu sendiri, yang berupa:
1)      Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam menyampaikan materi sehingga dalam menyampaikan materi yang diajarkan sering tidak urut atau sistematis.
2)      Sulit dalam menentukan materi yang akan diajarkan, penyampaian konsep-konsep penting yang akan diajarkan dan menentukan bagian-bagian yang perlu penekanan.
3)      Kurang bisa menggunakan waktu dengan efesien sehingga dalam penyampaian materi sering tidak sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan dalam skenario pembelajaran.
b.      Masalah Ekternal
Masalah ekternal adalah masalah yang berasal dari luar mahasiswa PPL, yang terdiri dari:
1)      Motivasi Siswa
Siswa menganggap mahasiswa PPL hanya sebagai guru sementara sehingga tidak terlalu mempengaruhi penilaian dalam proses belajar mengajar, akhirnya siswa kurang bersemangat mengikuti pelajaran dan tidak memperhatikan penjelasan guru.
2)      Suasana Kelas
Suasana dalam kelas di SMP Islam Darunnadwah Gerung, masih ada siswa yang kurang antusias belajar, walaupun hal ini tidak sampai menggangu aktivitas belajar mengajar.
2.      Upaya Mengatasi Masalah
Dalam upaya mengatasi masalah perlu adanya kerja keras dan kerja sama seluruh personil sekolah umumnya dan guru bidang studi khususnya, usaha tersebut tidak boleh terlepas dari sikap dan cara kita menghadapinya. Dari beberapa masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, maka langkah-langkah yang dapat ditempuh sebagai upaya untuk mengatasinya adalah:
a.       Mengenai hambatan yang berasal dari dalam diri (internal) mahasiswa PPL dapat dipecahkan dengan jalan meminta bimbingan dari guru pamong dan dosen pembimbing mengetahui kekurangan dalam mengajar dan cara mengatasinya.
b.      Mengenai hambatan ekternal, guru pamong dan dosen pembimbing hendaknya membantu mahasiswa PPL dalam meningkatkan program belajar mengajar, perlu pemahaman ulang. Mengajar berarti usaha untuk menolong mahasiswa PPL agar memahami konsep yang disampaikan. Mahasiswa PPL perlu menyediakan waktu untuk mengadakan persiapan yang matang termasuk persiapan mental. Mahasiswa PPL harus selalu termotivasi agar berusaha untuk merancang apa yang disajikan. Mempersiapkan diri agar terampil dalam mengajar dan memulai dengan tepat serta bertanggung jawab atas tugas mengajar.
E.     Kesimpulan dan Saran
a.       Kesimpulan
Berhasil tidaknya proses pembelajaran tergantung dari kesiapan guru untuk mengajar. Mempersiapkan diri baik itu penguasaan materi, penggunaan media pembelajaran yang tepat dengan materi pelajaran, mental dan semua yang terkait dengan keterampilan mengajar guru pendukung keberhasilan pembelajaran. tidak kondusifnya proses pembelajaran perlu untuk diperhatikan oleh guru bagaimana pengelolaan kelas, mampu mengakomodir semua siswa dengan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda.
b.      Saran
Keterlibatan guru pamong pada setiap pertemuan guru PPL dengan siswa dalam proses pembelajaran sangat perlu, dalam hal melihat sejauh mana perkembangan keterampilan dan kekurangan dalam mengajar yang harus diperhatikan, memberikan masukan kepada guru PPL di mana letak kekurangannya yang harus diperbaiki. Selain itu juga memberikan pengetahuan kepada guru PPL mengenai administrasi sekolah terutama bagaimana sistem penilaian yang dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap materi yang sudah disampaikan.
Pada dasarnya pelaksanaan keberhasilan proses pembelajaran di kelas ditentukan baik oleh guru maupun siswanya itu sendiri, sehingga untuk mendapatkan hasil belajar yang memuaskan, maka guru dan siswa harus saling bekerja sama.

BAB III
PENGALAMAN LAYANAN BIMBINGAN
A.    Perencanaan
1.      Penyusunan Prosata Jenjang (termasuk program dan alokasi waktu)
2.      Pembuatan Program Satuan Pembelajaran (termasuk LKS)
3.      Penyediaan Fasilitas (ruang BK, meja dan kursi, lemari, papan tulis dsb)
Pelayanan bimbingan sangat diperlukan agar potensi yang dimiliki oleh peserta didik dapat dikembangkan secara optimal. Program bimbingan diarahkan untuk dapat menjaga terjadinya keseimbangan dan keserasian dalam perkembangan intelektual, emosional dan sosial.
Bimbingan tersebut dapat diupayakan dengan melakukan langkah seperti 1) Pertemuan rutin dengan orang tua siswa untuk saling bertukar informasi, 2) Menghimpun berbagai data dari guru yang mengajar, khususnya berkaitan dengan aktivitas siswa pada saat pembelajaran, 3) Menjaring data dari siswa melalui daftar cek masalah, sosiometri kelas, angket maupun wawancara.
B.     Pelaksanaan
Pelaksanaan layanan bimbingan hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan sasaran layanan bimbingan serta karakteristik tujuan dan perkembangan siswa dalam aspek pribadi-sosial, pendidikan serta karir. Disamping itu sebaiknya diperhatikan pula kebutuhan siswa dari masing-masing tingkat kelas, jangan digunakan secara kaku, tetapi harus ditetapkan secara fleksibel. Isi layanan bimbingan di SMP ISLAM DARUNNADWAH Gerung adalah sebagai berikut:
1.      Bimbingan Pribadi
a.       Memahami ciri-ciri kecakapan diri sendiri (mengenal kekuatan dan kelemahannya).
b.      Membedakan antara hal-hal yang membantu dan berbahaya bagi kesehatan fisik.
c.       Mendiskusikan tanggung jawab siswa di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
d.      Mengetahui bahwa mendengarkan dan berbicara tepat dan sopan membantu memecahkan masalah.
e.       Memberikan contoh bahwa pengalaman masa lalu berpengaruh pada tindakan saat ini.
2.      Bimbingan Belajar
a.       Mengembangkan rencana untuk mengatur waktu belajar.
b.      Mengembangkan motivasi yang mendorong agar mampu belajar sebaik mungkin.
c.       Mempelajari cara-cara belajar yang efektif dan efesien.
d.      Menemukan cara-cara menghadapi ulangan/tes.
3.      Bimbingan Karier
a.       Mengetahui dan menelaah pekerjaan-pekerjan yang sesuai dengan diri sendiri.
b.      Memperkirakan adanya perbedaan macam-macam karier masa kini dan masa yang akan datang.
c.       Menjelaskan bahwa pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan hidup.
d.      Menelaah bermacam-macam cara untuk melihat kemajuan diri.


C.    Evaluasi dan Tindak Lanjut
Cara manapun yang ditempuh, evaluasi atas usaha pemecahan masalah seyogyanya tetap dilakukan untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah diberikan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi peserta didik.
Berkenaan dengan evaluasi bimbingan dan konseling, Depdiknas (2003) telah memberikan kriteria-kriteria keberhasilan layanan bimbingan dan konseling yaitu:
1.      Berkembangnya pemahaman baru yang diperoleh peserta didik berkaitan dengan masalah yang dibahas.
2.      Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan
3.      Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta didik sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya.











BAB IV
PENGALAMAN KEGIATAN EKSTRA KELAS
A.    Perencanaan
Kurangnya kegiatan ekstra yang dilakukan oleh siswa, hal itu disebabkan karena kurangnya minat siswa untuk mengembangkan diri. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya Kegiatan ekstra seperti pramuka, seni  kegiatan Osis, KSR, paskibra, teater, kaligrafi, dsb di Sekolah.
B.     Pelaksanan
Kegiatan ekstra seperti kegiatan yang dilakukan seluruh siswa misalnya program imtaq yaitu membaca Al-Qur’an dan belajar kitab.
C.    Masalah-Masalah dan Alternatif Pemecahannya
Menanamkan minat siswa terhadap kegiatan ekstra kelas harus dilakukan sejak awal, karena minat mereka untuk aktif dikegiatan ekstra kelas sangat sedikit. Kurang berfartisifasinya siswa pada setiap kegiatan yang dilakuka  sekolah.
Oleh karena kerja sama dan kesadaran untuk membangun kembali citra siswa yang inovatif dan kreatif harus dilakukan dari sekarang. Dengan melibatkan peran guru sebagai koordinator. Mengajak siswa untuk berdiskusi menyelesaikn masalah dimana kekurangan dan kelebihannya.
D.    Kesimpulan
1.      Kesimpulan
Siswa SMP Islam Darunnadwah Gerung memiliki banyak potensi dan bakat untuk dikembangkan, perlunya dukungan dari para guru dan pihak sekolah untuk menanamkan kesadaran pada semua siswa untuk menyadari pentingnya untuk mengikuti kegiatan ekstra kelas. Dengan mengikuti kegiatan ekstra kelas siswa dapat belajar dari kegiatan berorganisasi. Semangat untuk menggali dan terus mengembangkan bakat pada diri masing-masing siswa sangat penting dan selanjutnya bagaimana mereka mampu untuk berprestasi memberikan kebanggaan bagi diri, guru dan sekolah SMP ISLAM DARUNNADWAH Gerung tentunya.
2.      Saran
SMP Islam Darunnadwah Gerung sudah terlaksana dengan baik semua kegiatan di kelas. Sekolah diharuskan lebih keras dalam mengakomodir semua kegiatan siswa dan lebih giat memberikan bimbingan pada kegiatan ekstra kelas. Dukungan dan kerja sama dari semua warga sekolah SMP Islam Darunnadwah Gerung sangat diharapkan. Siswa-siswa memiliki banyak potensi untuk dikembangkan.










BAB V
PENGALAMAN LATIHAN ADMINISTRASI SEKOLAH DAN PENGALAMAN KELAS

A.    Latihan Administrasi Sekolah
Komponen administrasi pendidikan di SMP Islam darunnadwah Gerung adalah sebagai berikut:
1.      Administrasi Kurikulum
Yang termasuk dalam administrasi kurikulum ini antara lain:
a).          Mengatur penjadwalan intra kurikuler dan tutorial
b).          Mengatur pelaksanaan laboratorium
c).          Melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah bila berhalangan
d).         Memberikan laporan kepada kepala sekolah
2.      Administrasi Kesiswaan
Yang termasuk dalam administrasi kesiswaan ini antara lain:
a).          Pengaturan kegiatan ekstrakurikuler
b).          Mengatur penerimaan murid Baru
c).          Mengatur kegiatan OP3DN ( Organisasi Siswa SMP Islam Darunnadwah Gerung)
d).         Melaksanakan tugas yang di berikan kepala sekolah
e).          Memberikan laporan kepada kepala sekolah
3.      Administrasi Persuratan dan Pengarsipan
Yang termasuk kegiatan administrasi ketatausahaan ini antara lain:
a).    Kegiatan administrasi surat-menyurat
b).    Administrasi keuangan yang meliputi buku-buku penerimaaan siswa, SPP/uang komite dan daftar penerimaan gaji guru
4.      Administrasi Perlengkapan/Inventarisasi
Yang termasuk dalam kegiatan administrasi sarana dan prasarana ini antara lain:
a).          Administrasi material, yang meliputi alat-alat perlengkapan dan alat-alat pelajaran
b).          Administarasi laboratorium, meliputi pemeliharaan alat-alat dan bahan praktikum
5.      Administrasi dengan Masyarakat
Yang termasuk dalam kegiatan administrasi hubungan dengan masyarakat ini antara lain:
a).          Mengatur kerja sama dengan komite, instansi terkait
b).          Mengatur acara di dalam dan di luar Sekolah
c).          Menerima tamu
d).         Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala sekolah
e).          Memberikan laporan kepada kepala sekolah.
6.      Administarsi Keungan
            Administrasi ini berhubungan dengan keuangan sekolah dan siswa untuk pemakaian kebutuhan sekolah dan siswa. Administrsi ini juga mencakup untuk siswa, yaitu:
a.             Biaya untuk incidental
b.            Biaya untuk studi banding
c.             Biaya untuk bahan praktek siswa.
7.      Administrasi Kepegawaian
Administarsi ini mencakup administrasi dari semua warga sekolah tersebut yaitu mulai dari guru, karyawan oleh tata usaha. Penanganan administrasi pegawai haruslah teratur dan tertib agar memudahkan dalam pencariannya apabila diperlukan sewaktu-waktu. Penataan administrasi sekolah haruslah mudah untuk pencariannya, misalnya:
a.       Pengelompokan data guru dan pegawai
b.      Pengelompokan surat-surat mutasi
c.       Pengelompokan SK
d.      File-file, ijazah, dll.
8.      Administrasi Pengelolaan Laboratorium
Administrasi pengelolaan laboratorium ditangani oleh guru bagian urusan laboratorium. Administrasi ini mengatur jadwal pemakian laboratorium yang akan digunakan siswa dan mengelola administrasi yang berhubungan dengan laboratorium. Contohnya laboratorium Komputer.
B.     Latihan Administrasi Kelas
Latihan administarsi kelas pada umumnya dilakukan dengan membuat absensi maisng-masing kelas. Kemudian membuat format penilaian kemajuan hasil belajar siswa. Latihan administrasi kelas memberikan pengetahuan bagi kami dan berguna sebagai acuan untuk mengenal siswa-siswa secara lebih baik.
C.    Latihan Penanganan Kasus
Identifikasi kasus merupakan langkah awal untuk menemukan peserta didik yang diduga memerlukan layanan bimbingan dan konseling. Robinson (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) memberikan beberap pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi peserta didik yang diduga membutuhkan layanan bimbingan dan konseling, yakni:
1.      Call them approach; melakukan wawancara dengan memanggil semua peserta didik secara bergiliran sehingga dengan cara ini akan dapat ditemukan peserta didik yang benar-benar membutuhkan layanan konseling.
2.      Maintain good relationship; menciptakan hubungan yang baik, penuh keakraban sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara guru pembimbing dengan peserta didik. Hal ini dapat dilaksanakan melalui berbagai cara yang tidak hanya terbatas pada hubungan kegiatan belajar mengajar saja, misalnya melalui kegiatan ekstra kurikuler, rekreasi dan situasi-situasi informal lainnya.
3.      Developing a desire for counseling; menciptakan suasana yang menimbulkan kearah penyadaran peserta didik akan masalah yang dihadapinya. Misalnya dengan cara mendiskusikan dengan peserta didik yang bersangkutan tentang hasil dari suatu tes, seperti tes intelegensi, tes bakat dan hasil pengukuran lainnya untuk dianalisis bersama serta diupayakan berbagai tindak lanjutnya.
4.      Melakukan analisis hasil belajar peserta didik, dengan cara ini bisa diketahui tingkat dan jenis kesulitan atau kegagalan belajar yang dihadapi peserta didik.
5.      Melakukan analisis sosiometri; dengan cara ini dapat ditemukan peserta didik yang diduga mengalami kesulitan penyesuaian sosial.

D.    Masalah-Masalah dan Alternative Pemecahannya
Masalah yang dihadapi dalam kegiatan latihan administrasi sekolah pada umumnya hanya masalah teknis seperti ketidak hadiran teman satu piket.
E.     Kesimpulan dan Saran
Pada umumnya latihan administrasi memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan bagi kami serta pengalaman dalam pengelolaan administrasi sekolah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar