SILAHKAN KLIK DAFTAR LABEL DI BAWAH INI UNTUK BISA MELIHAT ISI POSTING SELENGKAPNYA TERIMA KASIH

JALANI HIDUP INI APA ADANYA, SYUKURI APA YANG ADA DAN TERUS BERUSAHA UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

Jumat, 30 Maret 2012

MAKALAH SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM


mOhon maaf , jika banyak kesalahan dan kemiripan dalam postingan ini
 
BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Pendidikan Islam, seperti pendidikan pada umumnya berusaha membentuk pribadi manusia, harus melalui proses yang panjang, dengan hasil yang tidak diketahui dengan segera. Berbeda dengan membentuk bentuk benda mati yang dapat dilakukan dengan keinginan pembentuknya. Oleh karena itu dalam pembentukan tersebut diperlukan suatu perhitungan yang matang dan hati-hati berdasarkan pandangan dan rumusan-rumusan yang jelas dan tepat.
Sehubungan dengan hal tersebut pendidikan Islam harus memahami dan menyadari betul apa sebenarnya yang ingin dicapai dalam proses pendidikan. Sesuatu yang akan dicapai tersebut dalam istilah pendidikan di sebut dengan “tujuan pendidikan”.
Tujuan pendidikan merupakan masalah sentral dalam pendidikan. Sebab, tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan, perbuatan menjadi acak-acakan, tanpa arah bahkan bisa, sesat atau salah langkah. Oleh karena itu perumusan tujuan dengan tegaas dan jelas, menjadi inti dari seluruh pemikiran pedagogis dan perenungan filosofis.
Jika kita berbicara tentang tujuan pendidikan Islam, berarti berbicara tentang nilai-nilai ideal yanmg bercorak Islami. Hal ini mengandung makna bahwa tujuan pendidikan islam tidak lain adalah tujuan yang merealisasi idealitas Islami. Sedangkan idealitas Islami itu sendiri pada hakikatnya adalah mengandung nilai prilaku manusia yang didasari atau dijiwai oleh iman dan takwa kepada allah sumber kekuasaan mutlak yang harus ditaati.
Dikatakan lebih lanjut bahwa di dalam proses pendidikan di sini kami melihat dukungan pondok pesantren dan masyarakat dalam  pendidikan. Karena lewat pondok pesantren pendidikan itu bisa dijalankan dan tidak bisa terlepas dari peran serta masyarakat sebagai controlling. Di sini kami akan membahas lebih rinci tentang pondok pesantren dan masyarakat di dalam pendidikan dan apa saja problematikanya terhadap pendidikan akan dijelaskan dengan rinci di dalam pembahasan berikutnya.


B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian pondok pesantren?
2.      Apa pengertian masyarakat?
3.      Sejauh mana peran masyarakat dengan pondok pesantren terhadap pendidikan.

C.    TUJUAN
1.      Untuk mengetahui apa sebenarnya pondok pesantren itu.
2.      Untuk mengetahui siapa masyarakat itu yang sebenarnya.
3.      Untuk menjadi bahan kajian dan penelitian mahasiswa dalam proses pembelajaran
4.      Untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam kehidupan pesantren dan masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

PONDOK PESANTREN DAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
A.    PENGRTIAN PONDOK PESANTREN DAN MASYARAKAT
Kata pondok berasal dari funduq (bahasa Arab) yang artinya ruang tidur, asrama atau wisma sederhana, karena pondok memang sebagai tempat penampungan sederhana dari para pelajar/santri yang jauh dari tempat asalnya[1]. Kata pesantren berasal dari kata santri yang diimbuhi awalan pe- dan akhiran -an yang berarti menunjukkan tempat, maka artinya adalah tempat para santri[2]. Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata sant (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong), sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pesantren diartikan sebagai asrama, tempat santri, atau tempat murid-murid belajar mengaji. Sedangkan secara istilah pesantren adalah lembaga pendidikan Islam, dimana para santri biasanya tinggal di pondok (asrama) dengan materi pengajaran kitab-kitab klasik dan kitab-kitab umum, bertujuan untuk menguasai ilmu agama Islam secara detail, serta mengamalkannya sebagai pedoman hidup keseharian dengan menekankan pentingnya moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Sedangkan masyarakat merupaka  makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dan sebagainya manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat.
Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
Dari uraian di atas bahwa pondok pesantren dengan masyarakat adalah sistem yang tidak bisa dipisahkan artinya kedua unsur tersebut bersifat mutualisme simbiotik dalam proses pendidikan. Artinya pondok pesantren dengan masyarakat bisa saling berhubungan kontak sebagai dasar penguatan pelaksanaan pendidikan.
Jadi dalam rangka menjalani proses pendidikan maka pondok pesantren berperan aktif dalam pelaksanaan pendidikan sehingga nantinya dapat menghasilkan output yang bermutu dan berdaya saing.
Kontribusi dari pondok pesantren saat ini masih dipandang lebih positif dari instansi umum, artinya dari segi kemampuan untuk mengimplementasikan materi pendidikan dalam kehidupan sehari-hari.

KESIMPULAN
Dari uraian diatas maka dapat kita menyimpulkan bahwa pondok pesantren merupakan merupakan tempat para santri belajar. Dan masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan yang ada di pondok pesantren agar proses pendidikan dapat berjalan lancer.

DAFTAR PUSTAKA
·         Tafsir, Ahmad. “Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam”. PT Remaja Rosdakarya, Bandung. 2005
·         Ramayulis. “Ilmu Pendidikan Islam”. Kalam Mulia, Jakarta. 2008
·         Kamus Besar Bahasa Indonesia.



[1] (Zamahsyari Dhofir, 1982: 18)
[2] Menurut Manfred dalam Ziemek (1986)

2 komentar:

  1. mantab pak artikelnya .. sukses selalu

    BalasHapus
  2. terimakasih atas kunjungannya... salam silaturrahim,,,

    BalasHapus